Tanggal : Rabu, 19 April 2017
Waktu : 08.00 - 10.00 (120 Menit)
Kelas : LH53
Dosen : Silverius Constantino Johanes Maria Lake, M.Hum.
Hari ini merupakan kesempatan terakhir kami mendampingi murid-murid Paud Lautan Amal. Sejak pagi, penulis sudah merasakan kesedihan sekaligus kegembiraan karena pada akhirnya kami sampai ke pertemuan terakhir kami dalam kegiatan pendampingan selama proses belajar mengajar bersama Paud Lautan Amal sebagai salah satu bentuk menerapkan dan mengamalkan Pancasila itu sendiri.
Bahkan beberapa hari sebelum pertemuan terakhir penulis, penulis telah mempersiapkan kenang-kenangan yang akan diberikan seperti bingkai dengan ucapan terima kasih dan foto bersama yang akan diserahkan kepada pihak Ibu Ratna selaku Kepala Sekolah Paud Lautan Amal, dan tidak kami lupakan juga untuk menyertakan bingkisan kecil berisikan snack dan alat tulis seperti buku, penghapus, pensil, dan penggaris bagi murid-murid. Tujuan utama kami tentu adalah untuk memberikan kesan yang membekas baik bagi para guru yang telah menemani kami mendampingi anak-anak dalam proses belajar mengajar, dan juga untuk mengingatkan para murid agar selalu semangat dalam mengenyam pendidikan mereka.
Kami sangat bersyukur karena pada pertemuan terakhir ini, kami dapat berjumpa dengan anak kelas besar dan kelas kecil, atau dengan kata lain seluruh murid yang pernah kami dampingi. Karena secara kebetulan di hari yang bersamaan mereka akan mengadakan kegiatan latihan bersama untuk mempersiapkan perlombaan yang mereka ikuti dalam rangka memperingati Hari Kartini di minggu mendatang.
Pada pertemuan ke 5, penulis berkumpul di lokasi sebelum jam 08.00 WIB. Seperti biasa kami disambut dengan penuh sukacita oleh para murid yang semakin hari semakin akrab dengan pendamping. Setelah melakukan doa bersama dan menyanyikan yel-yel secara bersemangat, akhirnya anak murid PAUD Lautan Amal pun siap mengikuti proses pembelajaran. Pada pertemuan kali ini , anak murid belajar mengenal warna dalam bahasa Inggris dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai. Kami pun turut membantu anak murid yang merasa kesulitan dengan materi yang sedang diberikan.Kami dengan sabar mengajari dan membimbing anak tersebut hingga akhirnya dapat mengerti apa yang sedang diajarkan.
Kami juga memberi kesempatan jika ada anak murid yang tidak mengerti untuk bertanya. Jika mereka masih tidak mengerti , maka akan dijelaskan kembali oleh kami agar materi yang disampaikan bisa dimengerti dengan jelas dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin bisa menghidupkan semangat belajar mereka untuk tidak lelah belajar dan tidak takut akan kegagalan. Jika mereka tidak mengerti akan pelajaran yang diajarkan ,mereka harus berani untuk bertanya dan tidak berhenti belajar saat mengalami kegagalan.
Setelah belajar , kami bersama sama meluangkan waktu untuk menari bersama. Diiringi lagu tradisional , kami pun belajar untuk melakukan gerakan tari tradisional. Kami memutuskan untuk melakukan Tari Saman dan Tari Ondel-Ondel. Menurut kami , sangatlah penting untuk mengenalkan tari tradisional kepada anak anak. Selain karena akan membuat mereka tidak bosan, dengan mengajarkan tari tradisional, anak anak semakin mengenal dan mencintai Negara-Nya.
Kami pun tidak lupa untuk memberikan bingkisan kepada anak-anak sebagai kenang-kenangan dari kami dan agar mereka bisa lebih bersemangat dalam belajar. Mereka terlihat sangat antusias saat kami memberikan bingkisan. Kami berpesan agar mereka akan terus bersemangat dalam belajar, tidak putus asa dalam meraih cita-cita, dan selalu mencintai tanah air kita bersama, Indonesia.
Dosen : Silverius Constantino Johanes Maria Lake, M.Hum.


Comments
Post a Comment